EBTKE, Kebijakan Energi Nasional, NZE

Kejar Target NZE di 2060, Apa Saja Aspek Penting yang Harus Disiapkan?

Dok: Detik Sore

SUARAENERGI.COM – Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE Harris mengungkapkan ada 3 aspek penting untuk mencapai target Net Zero Emission di tahun 2060. Salah satu aspek yang penting untuk disiapkan adalah aspek pembiayaan.

“Kalau kita bahas mengenai energi transisi ke depan itu bukan hanya soal energi saja. Kita juga bicara mengenai soal financing, kita bicara mengenai teknologi, kita bicara mengenai SDM. Itu ketiga aspek utama ini harus disiapkan, terutama aspek pembiayaan,” ungkap Harris dalam sesi Greentalks DetikSore, Sabtu (22/7/2024)

“Semua itu menuju kepada net zero emission kita yang sudah ditargetkan itu di tahun 2060 atau lebih awal,” imbuhnya.

Menurut Harris, pembiayaan menjadi tantangan utama dalam transisi energi. Meskipun ada banyak janji pendanaan untuk energi terbarukan secara global, akses terhadap pembiayaan ini tetap tidak mudah dalam realitanya.

“Indonesia telah memiliki beberapa inisiatif seperti Just Energy Transition Partnership (JETP) yang merupakan hasil dari pertemuan G20, serta Asia Zero Emission yang digagas oleh Jepang. Kita juga berharap pembiayaan lokal lebih bisa mengakselerasi program-program untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca,” jelas Harris.

Aspek teknologi dan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus dalam transisi energi. Harris menegaskan bahwa teknologi yang sudah dikuasai tenaga ahli di dalam negeri perlu terus ditingkatkan kapasitasnya.

Selain itu, kebijakan dan regulasi juga perlu disesuaikan dan disinkronkan dengan program-program yang mengarah pada net zero emission.

“Aspek policy juga penting disiapkan untuk bisa mengarah ke sana. Salah satunya adalah dari undang-undang. Undang-undang sekarang yang sedang finalisasi pembahasan adalah undang-undang energi baru atau energi terbarukan,” imbuhnya. 

Harris mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan revisi terhadap kebijakan energi nasional yang disinkronkan dengan program-program untuk menuju net zero emission dalam rangka merealisasikan usaha transisi energi.

“Regulasi yang sedang disiapkan seperti undang-undang energi baru dan terbarukan serta revisi kebijakan energi nasional sebagai langkah penting menuju net zero emission. Jadi semua ini disinkronkan dengan kebijakan-kebijakan yang sekarang sedang diperbarui,” tandas dia.

Sebagai informasi, transisi energi akan menjadi salah satu isu yang dibahas lebih mendalam pada Festival LIKE 2. Acara ini akan diisi oleh berbagai kegiatan di antaranya I LIKE CONCERT, I LIKE WALK (Fun Walk), Talkshow, Exhibition, Coaching Clinic, Sellers Meet Buyer, Demo Inovasi, Competition, dan KLHK Appreciation Night. Nantinya, akan ada Presiden Jokowi yang akan memberikan opening ceremony dalam gelaran ini.

Festival LIKE 2 dari KLHK ini disponsori oleh PT Pertamina (Persero), PT Bayan Resources Tbk, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), PLN, Adaro, PT Vale Indonesia, Asia Pulp and Paper, Merdeka Copper Gold, Astra, Berau Coal Energy, Borneo Indobara, Le Minerale, PT BUMI ResourceS Tbk, Sucofindo, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Harita Nickel, APRIL, MIND ID, Eramet, Bio Farma, Star Energy Geothermal, Unilever, Sido Muncul, PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin Indonesia, dan PT Indexim Coalindo.**

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top