Minerba

Apresiasi Kinerja PPM Pertambangan, Kementerian ESDM Anugerahkan Tamasya Awards

SUARAENERGI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan apresiasi kepada badan usaha pertambangan mineral dan batubara yang telah melakukan kinerja pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, dengan memberikan Penghargaan Kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)/Tambang Menyejahterakan Masyarakat (Tamasya) Award 2023.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mendorong badan usaha pertambangan mineral dan batubara untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaan PPM, sesuai dengan Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas masyarakat, dan infrastruktur.

“Kami turut mendorong badan usaha pertambangan mineral dan batubara untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaan PPM, mengingat saat ini terdapat berbagai tantangan yang mempengaruhi kinerja dunia pertambangan minerba, seperti adanya konflik lahan, ketergantungan ekonomi masyarakat sekitar tambang, kerusakan lingkungan dan pemanasan global serta tren global untuk penggunaan energi bersih ke depan,” ujar Arifin di Jakarta, Jumat (6/12).

Arifin pun berharap dengan program PPM yang telah direalisasikan dan upaya kolaboratif yang dilakukan, seluruh komitmen badan usaha pertambangan dapat terus berlanjut dan diperkuat untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.

“Di samping itu, fluktuasi harga komoditas tambang dan cadangan yang semakin tipis memerlukan kesiapan pascatambang. Ini menjadi urgensi untuk kita bersama bisa mengakselerasi upaya-upaya dalam melahirkan kemandirian dan transformasi ekonomi masyarakat sekitar tambang,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan PPM menggunakan pendekatan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan, penerapan berbagai teknologi terkini, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan pengelolaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara dapat berlangsung secara efektif, efisien, aman dan menyejahterakan masyarakat sekitar tambang.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Suswantono menyampaikan bahwa untuk dapat memberikan kontribusi pertambangan yang optimal kepada masyarakat, Pemerintah telah mengatur PPM dalam beberapa regulasi turunan dari UU No. 3 Tahun 2020, antara lain Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018, Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018, serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 1824 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Melalui regulasi-regulasi tersebut, telah diatur bahwa perencanaan dan pelaksanaan PPM dibutuhkan keterlibatan dari seluruh stakeholder, yakni Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, badan usaha, akademisi, dan masyarakat, dengan mencakup program-program di bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, serta sosial dan budaya.

Selain itu, dalam PPM juga dilakukan pemberian kesempatan kepada masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan kehidupan masyarakat, pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat dalam menunjang kemandirian PPM, serta pembangunan infrastruktur yang menunjang PPM.

Sebagai informasi, Kegiatan penilaian tahun ini dilakukan kepada 31 perusahaan pemegang Kontrak Karya (KK), 59 perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), 842 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas mineral logam, 2.900 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas mineral bukan logam dan batuan, 955 badan usaha dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas batubara, dan 9 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Penilaian dilakukan oleh para tim penilai ahli yang independen dari berbagai Universitas (Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta) dan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung serta Praktisi.

Berikut daftar penerima Tamasya Award 2023:

1. PT Cita Mineral Investindo

2. PT Freeport Indonesia

3. PT Vale Indonesia Tbk

Kategori Implementasi

1. PT Semen Grobogan

2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk site Rembang

3. PT Solusi Bangun Indonesia

4. PT Jikodolong Megah Pertiwi

5. PT Indo Muro Kencana

6. PT Cita Mineral Investindo

7. PT Gag Nikel

8. PT Meares Soputan Mining

9. PT Vale Indonesia Tbk

10. PT Amman Mineral Nusa Tenggara

11. PT Bumi Suksesindo

12. PT Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor

13. PT Agincourt Resources

14. PT Aneka Tambang Tbk UBPN Maluku Utara

15. PT Weda Bay Nickel

16. PT Trimegah Bangun Persada

17. PT Indrabakti Mustika

18. PT Citra Lampia Mandiri

19. PT Aneka Tambang Tbk UBPN Kolaka

20. PT Arafura Surya Alam

21. PT Gema Kreasi Perdana

22. PT Sorikmas Mining

23. PT Wanatiara Persada

24. PT J Resources Bolaang Mongondow

Kategori Monitoring dan Evaluasi

1. PT Timah Tbk

2. PT Freeport Indonesia

3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk site Rembang

Komoditas Batubara Skala Besar

1. PT Bukit Asam Tbk

2. PT Kaltim Prima Coal

3. PT Borneo Indobara

Komoditas Batubara Skala Menengah

1. PT Asmin Bara Bronang

2. PT Fajar Sakti Prima

3. PT Suprabari Mapanindo Mineral

4. PT Pesona Khatulistiwa Nusantara

Komoditas Batubara Skala Kecil

1. PT Wahana Baratama Mining

2. PT Multi Tambangjaya Utama

Ikuti Kami

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top