Profil

Duet The Rising Star di Ditjen Migas: Mirza Mahendra dan Ariana Soemanto

SUARAENERGI.COM – Usia mereka masih terbilang muda, tetapi pencapaian karir sebagai abdi negara sudah hampir tiba di puncak. Mereka adalah DR Mirza Mahendra, ST, MT, MM, dan Ariana Soemanto, ST, MT. Inilah duet anak muda yang layak disebut sebagai “The Rising Star”.

Diketahui, Mirza Mahendra dan Ariana Soemanto baru saja dilantik Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta pada Kamis (14/3/2024). Mirza diangkat sebagai Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi pada Ditjen Migas, Kementerian ESDM. Ia sebelumnya menjabat Direktur Teknik dan Lingkungan (Dirtekling) pada Ditjen Migas, Kementerian ESDM.

Mirza dalam pengabdiannya sebagai ASN telah menempati sederet pos penting di lingkungan Ditjen Migas. Mirza antara lain pernah menjabat sebagai Kasubdit Keselamatan Hulu Migas serta Kasubdit Keselamatan Hilir Migas. Berikutnya, ia pernah dipercaya sebagai Inspektur IV pada Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM.

Pria alumnus Teknik Mesin Universitas Trisakti serta jebolan master dan doktor dari UI ini pernah
menjadi salah satu penerima Penghargaan Satyalancana Wira Karya sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia tertanggal 12 Juli 2021.

Mirza dianugerahi penghargaan tersebut karena dinilai berperan aktif dalam penanggulangan semburan hidrokarbon Sumur YYA-1 PT PHE ONWJ pada tahun 2019 melalui metode relief well untuk mematikan semburan sumur, sehingga dapat menghentikan pencemaran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan lingkungan serta berdampak besar pada industri migas Indonesia. Saat itu, Mirza diketahui menjabat sebagai Kasubdit Keselamatan Hulu Migas, Kementerian ESDM.

Sementara itu, Ariana Soemanto yang juga jebolan Teknik Perminyakan dari Universitas Trisakti, Jakarta, kini menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, pada Ditjen Migas, Kementerian ESDM. Ariana sebelumnya dipercaya sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Migas LEMIGAS.

Pria jebolan Master Teknik Perminyakan dari ITB ini juga telah cukup lama berkarir di Kementerian ESDM. Dari sebagai analis energi hingga pernah didapuk sebagai Kepala Biro Humas Kementerian ESDM.

Saat ini, Ariana juga tengah menempuh pendidikan doktor Teknik Lingkungan di Universitas Indonesia.

Semasa menjabat Kepala LEMIGAS, Ariana pernah mencatat rekor penerimaan negara sebesar Rp231 miliar atau 54 persen di atas target sebesar Rp150 miliar. Rekor tersebut menjadi yang tertinggi sejak LEMIGAS menjadi Badan Layanan Umum (BLU) pada 14 tahun lalu.

Ikuti Kami

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top