Regulasi

Jaring Masukan Kurikulum, Kementerian ESDM Diseminasikan Program MSIB GERILYA Academy

SUARAENERGI.COM – Kementerian ESDM melalui Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) menggelar diseminasi program MSIB GERILYA Academy, di Bandung (11/12). Acara yang mengundang praktisi dan akademisi ini diselenggarakan untuk memberikan masukan atas gagasan kurikulum yang telah disusun oleh Tim Kurikulum GERILYA Academy, program Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Kemendikbudristek dalam mencetak generasi transisi energi, yang didukung oleh USAID-SINAR (Sustainable Energy For Indonesia’s Advancing Resilience).

“Melanjutkan program sebelumnya yang bernama GERILYA, tahun 2024 Biro KLIK akan menyiapkan program pelibatan mahasiswa untuk berperan dalam proses pengembangan energi baru terbarukan dengan nama baru yaitu GERILYA Academy, Generation of Renewable Energy Involving Youth Action Academy, yang berfokus tidak hanya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), namun juga pada pengembangan potensi energi baru terbarukan dan konservasi energi”, ujar Kepala Biro KLIK Agus Cahyono Adi, membuka acara tersebut.

Program Gerilya Academy merancang kegiatan pembelajaran secara online untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke industri pembangkit EBT dan luring di lokasi perusahaan mitra kolaborasi Kementerian ESDM. Mahasiswa diharapkan dapat berperan dalam segi operasional dan teknis di perusahaan pembangkit EBT.

Pada kesempatan tersebut Ketua Tim Kurikulum GERILYA Academy Reza Huseini, menyampaikan bahwa Kurikulum Program ini berfokus pada keahlian di bidang EBT yang dibekali kepada calon mahasiswa. Mahasiswa akan belajar kebijakan dan regulasi energi di Indonesia, juga dasar pengembangan desain pembangkit EBT. “Tak hanya itu, peserta dapat keilmuan manajemen proyek, konstruksi hingga operation & maintenance (O&M) proyek EBT eksisting,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kurikulum yang disajikan dalam RPS/SAP yang diseminasikan hari ini telah mendapatkan masukan dari berbagai tenaga ahli, baik pelaku industri maupun akademisi EBT, termasuk dari pihak USAID-Sinar.

Unit-unit Kementerian ESDM turut hadir di acara ini dan memberikan masukannya, diantaranya dari Direktorat Bioenergi, Direktorat Panas Bumi, Direktorat Konservasi Energi, PPSDM KEBTKE, Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung serta Biro Hukum.

Sebagai masukan, Koordinator Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pengembangan SDM PPSDM KEBTKE, Elin Lindiasari, juga mengharapkan ke depan adanya keberkelanjutan sertifikasi kompetensi program ini yang layak dan memadai, sehingga mahasiswa lulusan GERILYA Academy menjadi lulusan yang memiliki daya saing saat lulus nanti.

Ikuti Kami

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top