Minerba, PILIHAN

Melihat Lebih Jelas Prospek Bisnis Lithium Ferro Phospate dan Nikel di Indonesia

SUARAENERGI.COM – Penggunaan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) dan baterai nikel untuk mobil listrik yang dikaitkan prospek hilirisasi nikel, kini semakin mendapat perhatian. Bahkan, isu tersebut juga muncul dalam debat cawapres beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengungkapkan saat ini pemerintah ikut mendorong kerja sama pengembangan baterai berbasis besi atau Lithium Ferro Phosphate (LFP) bersama dengan sejumlah pabrikan asing.

Berdasarkan data Kementerian Investasi, total investasi senilai US$42 miliar untuk ekosistem baterai listrik itu berasal dari LG Energy Solution (Korea Selatan) sebesar US$9,8 miliar, CATL (China) sebesar US$5,2 miliar, Foxconn (Taiwan) sebesar US$8 miliar.

Selanjutnya, rencana investasi intensif juga berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, di antaranya diwakili oleh Indo-Pacific-Net Zero atau INBC (Inggris), BASF (Jerman) sebesar US$2,5 miliar, Ford (Amerika Serikat) sebesar US$4,5 miliar dan VW (Jerman) mencapai US$3 miliar.

Meski begitu, gerak investasi ekosistem baterai berbasis nikel pun masih belum menunjukkan kemajuan. Bahkan, dua proyek besar industri baterai yang melibatkan Indonesia Battery Corporation atau IBC dengan LG Energy (Proyek Titan) dan CATL (Proyek Dragon) masih terkatung.

Lalu, seperti apa masa depan investasi LFP dan nikel di Indonesia? Untuk mengulasnya lebih jauh, media suaraenergi.com dan Jurist Resia & Co akan mengadakan Webinar bertajuk “LFP vs Baterai Nikel: Quo Vadis Masa Depan Nikel Indonesia”.

Webinar ini akan dihelat pada Senin (5/1/2024) pada pukul 14.00-16.00 WIB dengan menghadirkan pembicara yang berkelas di bidangnya, dan dipandu oleh Dian Yulia Kartikasari sebagai Moderator.

Adapun pembicara Webinar ini adalah Muhammad Toha (Ketua Bidang Kajian Strategis Pertambangan PERHAPI), Dr Raden Sukhyar (Pakar Hilirisasi, Pendiri Indonesian Institute for Mineral and Metal Industries (IM2I)), Fahmy Radhi, MBA, PhD (Pengamat Energi UGM), dan Penanggap Dr. Ahmad Redi, SH., MH., MSi (Akademisi dan Ahli Hukum Pertambangan).

Nantinya, setiap peserta yang mengikuti Webinar ini akan memperoleh ilmu yang bermanfaat serta E-Sertifikat.

Ikuti Kami

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top